Kehidupan SMP di Jepang

Kalo kemaren abis ngomongin tentang kehidupan SMA di jepang , kali ini saya akan membahas tentang kehidupan SMP di jepang sana...
Masuk ke SMP di Jepang yang milik pemerintah daerah masing-masing, biasanya  gratis alias gak bayar dan tanpa tes. Anak-anak wajib masuk ke sekolah sampai jenjang SMP (wajib belajar 9 tahun, miriplah sama di indonesia...). Disamping sekolah-sekolah Negeri, ada juga sekolah-sekolah swasta,di sini tergantung dari sekolah yang dituju, bila SMP yang bagus maka tesnya pun lumayan berat dan ongkosnyapun amat sangat mahal, juga bila ingin masuk SMP milik pemerintah pusat Jepang( beda dengan sekolah milik daerah...), ini pun di tes dan sulitnya minta ampun. Biasanya hanya anak-anak yang pintar saja yang bisa masuk ke sekolah-sekolah tersebut.
Nah....bagaimana dengan ujiannya...., ada 3 macam tes. Tapi bukan tes untuk kenaikan kelas. Karena selama di SMP tidak ada yang tidak naik kelas. Semuanya naik setiap tahunnya( beda banget sama indonesia....).Yaitu tes kemampuan diri sendiri, tes ini niasanya dilakukan sehabis liburan (jisyuryoku), tes pertengahan (chukan testo) dan tes akhir (kimatsu testo). Karena untuk masuk SMA harus mengikuti tes (walaupun nggak semua anak Jepang melanjutkan ke SMA lho,.),
dan masuk SMA tidak lagi gratis, harus bayar SPP, uang pangkal dsb, maka anak-anak yang ingin melanjutkan ke SMA harus mempersiapkan diri mengikuti tes. Berharap bisa masuk ke SMA negri yang bagus karena bayarannya yang lebih murah. Karena  itu mulai di kelas dua SMP mereka telah mendapatkan kartu nilai prestasi (beda dengan raport...). Dan hasil prestasinya dipantau oleh guru dan orang tua. Untuk masuk ke SMA perlu tes semua pelajaran, tes kimatsu yang terakhir (kelas 3 SMP) dan juga nilai perilaku (biasanya ini yang berpengaryh, apakah si anak diterima apa tidak). Yang bisa mempermudah seseorang masuk SMA, bila dia berprestasi dibidang ekstrakurikuler, misalnya jago sepakbola, jago baseball, musik dll.
Untuk memantau prestasi anak di sekolah, para guru selalu bekerjasama dengan para wali murid. Mereka selalu mengadakan sesamendang (dialog). Yang di kelas 3 bisa sampai 3 kali dalam setahun. Dan dalam sesamendang yang terakhir di kelas 3 telah diputuskan pilihan SMA mana yang akan diambil( semacam bimbingan konseling...). Setiap anak telah memilih 2 SMA, sesuai dengan kemampuannya dilihat dari hasil kartu prestasi. Tes ni biasanya dilakukan secara serentak di seluruh Jepang. Jadi SMA mana yang di pilih, itu tergantung kemampuan si anak. Kalo kemampuan si anak biasa-biasa saja, guru merekomendasikan untuk masuk di sekolah B, tapi kalo si anak dianggap mampu, maka guru merekomendasikan si anak untuk masuk di sekolah A, begitu seterusnya...
Kegiatan belajar mengajar dimulai dari pukul 8.15 pagi. Selesai sekitar jam 3-4 setiap harinya. Makannya sendiri telah disediakan oleh pihak sekolah, jadi nggak ada anak jepang yang jajan sembarangan. Setelah pelajaran selesai, setiap hari sebelum pulang mereka membersihkan ruangan masing-masing bersama-sama dengan gurunya( kayak piket gitulah...). Baru setelah itu mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.Biasanya ekskulnya sendiri cukup beragam, mulai dari voly, sepakbola, baseball, musik, sampe yang aneh-aneh..^_^. Biasanya pulang ke rumah sampai jam 7-8 malam. Untuk kegiatan ekskul ini ditarik bayaran sesuai dnegan kebutuhan. Misalnya baju seragam olahraga, sepatu, dll.
Mata pelajarannya terdiri dari; bahasa Inggris(eigo), IPS (sakai), IPA (rikai), bahasa Jepang (kukogo), olah raga( taiku), musik (onggaku), matematika(syugaku), dan kesenian (keterampilan, mulai dari menjahit, memasak, membuat rak buku dsb).
Karena biaya hidup di Jepang sangat mahal. Dan tidak semua orang bisa mempunyai uang. Jadi banyak juga anak-anak Jepang yang hanya lulusan SMA atau SMP, kemudian kerja part time.Kadang untuk uang saku mereka, ketika SMA mereka mencari kerja part time, mulai dari penjaga toko, tukang cuci piring sampai cleaning service( ternyata yang biasanya terjadi di dunia manga, benar-benar terjadi di jepang sana yah...).

0 komentar:

Poskan Komentar